Ketua DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi Sumatera Barat, Teddy Alfonso, SE. Akt. mengingatkan untuk bertahan ditengah ancaman kebangkrutan ekonomi global saat ini, pengusaha harus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Apaibila terbangun kolaborasi yang baik, maka, sinergitas akan membuat pertumbuhan ekonomi akan lebih baik. Paling tidak kita tetap survive.
Teddy Alfonso mengingatkan hal itu dalam sambutan saat pembukaan Musda VIII HIPPI Sumatera Barat, Sabtu siang 16/7 di Padang, dihadapan peserta yang berdatangan dari Kab Kota se Sumatera Barat.
“Pemerintah jangan abaikan keberadaan pengusaha, apalagi UMKM. Karena UMKM adalah salah satu pelaku usaha yang kuat bertahan dalam situasi apapun”, beber Teddy Alfonso mengurai.
HIPPI menurut Teddy akan terus membangun pola kemitraan dan kolaborasi dengan lembaga manapun. Sesuai dengan nama organisasinya anggota HIPPI senantiasa menjaga marwah kebangsaan. Mencintai tanah air, merasa memiliki republik ini selalu ditanamkan kepada anggota.
Untuk itu, Teddy berharap pemerintah jangan abaikan pengusaha pribumi. Kepada kepala daerah diharapkan jangan tebang pilih membina pengusaha. Ya kalau ada projek pemerintah jangan diperuntukkan cuma buat timses. Ini perlakuan tidak adil namanya, tegas Pengurus Golkar Sumbar ini.
Acara Musda juga diisi dengan Dialog Ekonomi dengan tema” Nasionalisme, Demokrasi Ekonomi dan Pembangunan Daerah Ditengah Turbulensi dan Ancaman Kebangkrutan Ekonomi Global”
Dengan narasumber yaitu Eddy Satria Deputi Bidang ukm mikro Kemenkop RI, anggota DPDRI Ema Yohana, Sekjen DPP HIPPI Erik hidayat, Direktur Utama Bank Nagari Ir. M. Irsyad, Kepala Bappeda Sumbar DR. Medi Iswandi dan prof. Firwan Tan.
Acara tersebut Dibuka Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Koperasi Sumatera Barat Nazwir, SH, M.Hum.
Sumber: Ketua HIPPI Sumbar Teddy Alfonso: Pemerintah Jangan Abaikan Pengusaha Pribumi – Jurnal Sumbar